Software & Game | Cerpen | Ebook | Review | Puisi | Dll.

Selasa, 30 Agustus 2011

Macam-macam Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan pengarang untuk mengekspresikan buah pikiran yang terpendam dalam jiwanya.

Macam-macam Majas
Secara garis besar majas dapat dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:


A. Majas Perbandingan

1. Personifikasi
2. Metafora
3. Eufimisme
4. Sinekdoke
5. Alegori
6. Hiperbola
7. Simbolik
8. Litotes
9. Alusio
10.Asosiasi
11.Derifrasi
12.Metonomia
13.Antonomasia
14.Tropen
15.Parabel
16.Alusio

B. Majas Pertentangan
1. Antitesis
2. Paradoks
3. Okupsi
4. Kontradiksi
5. Anakronisme
6. Internimis

C. Majas Penegasan

1. Pleonasme
2. Repetisi
3. Pararelisme
4. Tautologi
5. Simentri
6. Enumerasia
7. Klimaks
8. Anti klimaks
9. Retorik
10.Koreksio
11.Asidenton
12.Paksidenton
13.Eksklamasio
14.Preterito
15.Interupsi
16.Inversi
17.Elipsis

D. Majas Sindiran
1. Ironi
2. Sinisme
3. Sarkasme

++_*_++


A. MAJAS PERBANDINGAN
1) Personifikasi
Adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan memberikan sikap-sikap yang dimiliki oleh manusia (memberisifat seperti manusia pada suatu benda), sehingga seolah-oleh mempunyai sifat seperti manusia/ benda hidup.
Contoh:
- Baru 3km berjalan mobilnya sudah batuk-batuk
- Bulan tampak malu-malu

2) Metafora
Adalah majas perbandingan yang melakukan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama
Contoh:
- Raja siang telah pergi ke peraduannya. (matahari)
- Dewi malam telah keluar dari balik awan. (bulan)
- Remaja adalah tulang punggung negara. (kekuatan/ harapan bagi masa depan bangsa)

3) Eufimisme (ungkapan pelembut)
Adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu benda dengan kata-kata yang lebih lembut untuk menggantikan kata-kata lain agar lebih sopan.
Contoh:
- Para tuna karya perlu perhatian yang serius dari pemerintah. (pengangguran)
- Anak ini memang lemah dalam pelajaran IPA. (bodoh)
- Bapak sedang ke belakang. (WC/ kamar mandi)

4) Sinekdoke dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a. Pars pro toto, yaitu majas sinekdoke yang melukiskan sebagian tetapi yang dimaksud adalah seluruhnya
Contoh:
- Sudah lima hari dia tak kelihatan batang hidungnya. (orang)
- Dia mempunyai 5 ekor kuda. (kuda utuh)
b. Totem pro parte, yaitu majas sinekdoke yang melukiskan seluruhnya yang dimaksud sebagian.
Contoh:
- SMAN 8 Kediri memenangkan bola basket ulang tahun gudang garam ke 50 tahun 2008. (tentu yang dimaksud pemain bola basket, tidak semua siswa)

5) Alegori
Yaitu majas yang memperlihatkan perbandingan yang utuh. Beberapa perbandingan yang membentuk satu kesatuan. Alegori juga merupakan metafora yang diperluas dan berkesinambungan.
Contoh:
- Berhati-hatilah dalam mengemudikan bahtera hidup keluargamu. Sebab lautan kehidupan ini penuh badai topan yang ganas, batu karang dan gelombang yang setiap saat dapat menghancurkan oleh karna itu para nahkoda dan para awaknya harus selalu seia sekata dan satu tujuan, agar dapat mencapai pantai bahagia dengan selamat.

Istri: Nahkoda
Suami: Juru mudi
Pantai bahagia: Kel. bahagia
Badai Topan, batu karang & gelombang: halangan, kesulitan, cobaan

Fabel dan parabel merupakan alegori singkat.

Fabel adalah sejenis alegori yang di dalamnya terdapat binatang yang dapat berbicara dan bertingkah lagu seperti manusia.
Selanjutnya parabel adalah alegori singkat yang mengandung ajaran moral dan kebenaran. Biasanya parabel diambil dari kitab suci.

6) Hiperbola
Adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu kdengan mengganti peristiwa/ tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang hebat pengertiannya untuk menyangatkan arti, sehingga kadang-kadang terkesan belebihan.
Contoh:
- Harga bensin membumbung tinggi.
- Darahnya mendidih mendengar hinaan kawannya.

7) Simbolik
Adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan memperbandingkan benda-benda lain sebagai simbol/ perlambangan.
Contoh:
- Dari dulu ia tetap saja menjadi lintah darat. (lambang pemeras, pemakan riba)
- Ia tak berani ugal-ugalan lagi, karena sudah mendapat kartu merah dari orang tuanya. (peringatan keras/ terakhir)

8) Litotes (Hiperbola negatif)
Adalah majas perbandingan yang melukiskan keadaan dengan kata-kata yang berlawanan dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan hatinya.
Contoh:
- Perjuangan kami hanyalah setitik air dalam samudra luas.
- Maaf, kami hanya dapat menghidangkan teh dingin dan kue kampung saja.

9) Alusio
Majas perbandingan dengan mempergunakan ungkapan pribahasa/ kata yang sudah diketahui secara umum:
Contoh:
- Ah, dia itu tong kosong nyaring bunyinya
- Anak itu benar-benar berperut karet.

10) Asosiasi
Majas perbandingan yang membandingkan sesuatu dengan keadaan lain karena ada persamaan sifat.
Contoh:
- Wajahnya pucat bagai bulan kesiangan.
- Semangatnya keras bagai baja.

11) Perifrasis
Perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan menguraikan kata yang mengandung arti yang sama dengan kata yang digantikan itu.
Contoh:
- Petang barulah itu pulang. Menjadi à Ketika matahari bilang di balik gunung barulah ia pulang.
- Jangan terlalu matrealis. Menjadi à Jangan terlalu mempertaruhkan harta benda.

12) Metonimia
Majas perbandingan yang mengguakan Merk dagang/ nama barang untuk melukiskan sesuatu yang digunakan atau dikerjakan sehingga kata itu berasosiasi dengan benda keseluruhan.
Contoh:
- Kemarin, ia memakai Fiat. (mobil fiat)
- Belikan ayah gudang garam. (rokok gudang garam)
- Elok membaca gadis. (majalah)

13) Antonomasia
Majas perbandingan dengan menyebutkan nama lain terhadap seseorang berdasarkan ciri/ sifat menonjol yang dimilikinya.
Contoh:
- Si gendut itu telah datang
- Hai jangkung, apa kabar?



14) Tropen
Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan suatu pekerjaan/ perbuatan dengan kata-kata lin yang mengandung pengertian yang sejalan dan sejajar.
Contoh:
- Seharian dia berkubu dalam kamar. (di dalam kamar tidak keluar2)
- Setiap malam ia menjual suaranya. (bernyanyi)

15) Parabel
Majas perbandingan dengan menggunakan perumpamaan dalam hidup. Majas ini terkandung dalam seluruh isi karangan. Contoh pada novel.

16) Alusi
Majas yang menghubungkan sesuatu dengan seseorang/ tempat/ peristiwa.
Contoh:
- Kejadian itu mengingatkan aku pada peristiwa matahari.
- Gadis kecil itu adalah kartini di masa mendatang.

B. MAJAS PERTENTANGAN
1) Antitesis
Majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan kepaduan kata yang berlawanan arti.
Contoh:
- Hidup matinya manusia ada di tangan Tuhan.
- Canti atau tidak, kaya atau miskin. Bukanlah suatu ukuran nilai seseorang.

2) Paradoks
Majas pertentangan yang melukiskan sesuatu seolah-olah bertentangan, padahal maksud sesungguhnya tidak karena objeknya berlainan.
- Hatinya sunyi tinggal di kota Jakarta yang ramai.
- Dia kaya harta tetapi miskin hati
- Hatinya merasa kesepian di tengah keramaian.

3) Okupsi
Majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan bantahan, tetapi diberi penjelasan atau diakhiri dengan kesimpulan.
Contoh:
- Merokok itu merusak kesehatan, akan tetapi si perokok tidak dapat menghentikan kebiasaannya, maka muncullah pabrik-pabrik rokok karena untungnya banyak.

4) Kontradiksi
Majas pertentangan yang memperlihatkan pertentangan dengan penjelasan semua.
Contoh:
- Semua murid kelas ini hadir kecuali si Jaim yang sedang ikut Jambore
- Kami semuya sudah bangun, kecuali adik kami yang bungsu

5) Akronisme
Majas pertentangan yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian antara apa yang dikemukakan dengan kenyataan.
Contoh:
Zaman keemasan Mojopahit, prajuritnya telah menyebarkan wilayah kekuasaan. Perahu-perahu mereka gunakan sebagai alat transportasi. Kompas* mereka gunakan sebagai penunjuk arah perjalanan mereka mengarungi samudra nan luas itu.
*(Zaman majapahit kompas belum ditemukan).

C. Majas Penegasan
1) Pleonasme
Majas penegasan yang menggunakan sepatah kata yang msebenarnya tidak perlu dikatakan lagi karena arti tersebut sudah terkandung dalam kata yang diterangkan.
Contoh:
- Saya melihat dengan mata kepala sendiri peristiw itu. (mata itu ada di kepala)
- Salju puhit itu sudah turun ke bawah. (salju pasti putih, turun pasti ke hawah)

2) Repetisi
Majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata atau beberapa kata berkali-kali yang biasanya dipergunakan dalam pidato.
Contoh:
- Kita junjung dia sebagai pemimpin, kita junjung dia sebagai pelindung, kita junjung dia sebagai pembebas kita.
- Selama darahku masih mengalir, selama jantungku masih berdetak, dan selama nafasku masih berhembus, selama itu pula aku akan menegakkan keadilan.

3) Paralelisme
Ialah majas penegasan seperti repetisi, tetapi dipakai dalam puisi. Para lelisme terbagi menjadi:
a. Anafora yakni kata atau frase yang diulang terletak di awal kalimat atau lirik.
Contoh:
- Kaulah diam malam yang kelam
Kaulah terang sawang yang lapang
Kaulah lelap orang di lawang

- Tuhan
Apakah arti lahir
Apakah arti hidup
Apakah arti mati
Bagiku…

b. Epifora yakni bila kata atau frase yang diulang terletak diakhir kalimat atau lirik.
Contoh:
Kalau kau mau, aku akan datang
Kalau kau menghendaki, aku akan datang
Bila kau minta, aku akan datang

4) Tautologi
Adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan kata-kata yang sama artinya (bersinonim) untuk mempergegas arti.
Contoh:
- Saya khawatir serta was-was akan keselamatannya
- Saya sangat tidak mengharapkan dan tiak menginginkan peristiwa itu terjadi

5) Simetri
Adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan satu kata, kelompok kata atau kalimat yang diikuti oleh kata, kelompok kata atau kalimat yang seimbang artinya dengan yang pertama.
Contoh:
- Ayah diam serta tak suka berkata-kata
- Kakak erjalan tergesa-gesa, seprti dikejar anjing

6) Enumerasio
Adalah penegasan dengan melukiskan beberapa peristiwa membentuk satu kesatuan yang dituliskan satu persatu supaya tiap-tiap peristiwa namapak jelas.
Contoh:
Angin berhembus, laut tnang, bulan memancar lagi

7) Klimaks
Adalah majas penegasan dengan menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata-kata yang makin lama makin memuncak pengertiannya.
Contoh:
- Menyemi benih, tumbuh hingga menuainya, aku sendiri yang mengerjakannya
- Anak-anak remaja, dewasa datang menyaksikan pertandingan sepak bola
- Hiburan itu mampu mempesona anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang-orang tua

8) Anti Klimaks
Adalah majas penegasan dengan beberapa hal berturut-turut degnan menggunakan urutan kata makin lama makin melemah pengertiannya.
Contoh:
- Jangankan seribu atau seratus, serupiahpun aku tak punya
- Presiden, mentri, gubernur, bupati, camat dan lurah bertekan memberantas KKN

9) Retorik
Adalah majas penerangan dengan menggunakan kalimat tanya yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena baik penanya maupun yang ditanya sudah mengetahui apa jawabannya (kalimat tanya retoris)
Contoh:
- Mana mungkin ornag mati hidup kembali?
- Siapa yang melarangmu berbnuat bijak?
- Bukankah negara kita negara republik?

10) Koreksio
Ialah majas penegasan berupa membetulkan (mengoreksi) kembali kata-kata yang salah diucapkan baik disengaja maupun tidak.
Contoh:
- Hari ini dia sakit ingatan, eh… sakit kepala maksudku
- Dia memegang, eh… tidak dia membawanya

11) Ansidenton
Adalah majas penegasan yang menyebutkan beberapa benda, hal atau keadaan secara berturut-turut tanpa memakai kata penghubung.
Contoh:
- Kemeja, sepatu, kaos kaki, dibelinya di toko itu
- Meja, kursi, bantal, berserakan di kamarnya

12) Paksidenton
Adalah majas penegasan yang menyebutkan beberapa benda, hal atau keadaan secara berturut-turut memakai kata penghubung.
Contoh:
- Dia tidak tahu, tetap saja ditanyai, akibatnya dia marah-marah
- Ia membeli buku, kemudian pensil, dan penghapus

13) Ekslamasio
Adalah majas penegasan yang memakai kata-kata seru sebagai penegasan.
Contoh:
- Amboi… indahnya pemandangan ini
- Aduhai ramainya pertunjukan ini

14) Preterito
Adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan menyembunyikan/ merahasiakan sesuatu dan pembaca harus menerka apa yang disembunyikan itu.
Contoh:
- Kehirukpikukan masyarakat Yogyakarta dalam menyambut gerhana matahari total yang langka ini tidak usah saya ceritakan lagi.
- Tidak usa kau sebut namanya, aku sudah tau siapa penyebab kegaduhan itu.

15) Interupsi
Adalah majas penegasan yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di antara kalimat pokok guna lebih menjelaskan dan menekankan bagian kalimat sebelumnya.
Contoh:
- Aku, orang yang 10 tahun bekerja di sini, belum pernah dinaikkan pangkatku
- Asep, anak berbaju putih itu, tiba-tiba menangis
- Tiba-tiba ia, Amir anak pak lurah, pingsan

16) Inversi
Adalah majas yang dalam pengungkapannya menempatkan predikat di depan subjek karena dirasa prediikat lebih penting dikemukakan dahulu.
Contoh:
- Pergilah ia tadi pagi. ( P S K )
- Melamun saja Ninda sejak tadi. ( P S K )

17) Elipsis
Adalah majas yang menggunakan kalimat-kalimat elips (kalimat yang menyembunyikan satu kata/ frasa dengan keyakinan bahwa unsur yang disembunyikan itu diketahui oleh pendengar/ pembaca).
Contoh:
- Kemarin ia pergi ke surakarta, sekarang Jakarta
- Kami disuruh makan soto,ia rawon
- Siti membeli buku, Lusia pensil
- Ayahku polisi, ibuku dokter

D. Majas Sindiran
1) Ironi
Adalah majas sindiran yang melukiskan sesuatu dengan menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya, dnegan maksud menyindir.
Contoh:
- Biarlah yang bicara terus waktu pelajaran akan menjadi profesor
- Manis sekali yang kamu buat, gulanya mahal ya!
- Aduh, cantinya kamu dengan dandanan yang norak ini

2) Sinisme
Adalah gaya sindiran dengan menggunakan kata-kata sebaliknya seperti ironi tapi kasar.
Contoh:
- Itukah yang dinamakan bekerja
- Muak aku melihat tingkah lakumu
- Muntah aku melihat perangaimu yang tak pernah mau berubah

3) Sarkasme
Adalah majas sindiran terkasar.
Contoh:
- Otakmu memang otak udang
- Cih, mukamu seperti burung itu, memuakkan
- Bajingan keluarkan dari ini
- Kau ini, memang tak bisa dikasihani, setan
Share:

Rabu, 24 Agustus 2011

Rabu, 17 Agustus 2011

Fake Mailer - Pengirim pesan gadungan/ palsu

Fake Mailer adalah pengirim pesan palsu atau gadungan. Sebagai contoh adalah kita mengirimkan email kepada si A, dengan alamat email si B. Jadi seakan-akan si B mengirimkan email kepada si A.

Saat pertama kali mengetahui fasilitas ini saya merasa sangat "wah". Wah pertama adalah "Wah, sangat berbahaya ini. Karena orang yang sebenarnya tidak mengirimkan, bisa menimbulkan masalah", kemudian wah kedua "Wah, canggih sekali bisa mengirimkan email yang seakan-akan dikirimkan oleh email aslinya". Dari wah kedua ini saya jadi penasaran dan ingin mencoba, hasilnya adalah benar yang mengirimkan seperti alamat yang saya tuliskan di Fake Mailer tersebut. Dan kita dapat menentukan balasan dikirim ke email yang mana.

Fake Mailer memiliki bahaya yang sangat mencolok, namun yang tidak kalah menarik adalah memiliki manfaat. Berikut ini adalah pendapat saya tentang fasilitas dari website penyedia layanan tersebut :


BAHAYA. Bahaya yang sangat terlihat dari fasilitas ini adalah ketika digunakan untuk penipuan.
MANFAAT. Kita dapat menggunakannya dengan alamat email apa-pun (meski email tersebut tidak ada). Jadi kita dapat bergaya, seolah-olah memiliki email "keren" dengan menggunakan fasilitas ini, padahal sejatinya hanya email biasa dari gmail atau ymail :). Misalkan saya menggunakan fasilitas ini untuk mengirim email ke ******@xxx.com dengan alamat admin@karyafikri.tk ^_^, kemudian saya mengarahkan balasan ke alamat email asli saya.

Baiklah web tersebut beralamat di emkei.cz, berikut screenshot web tersebut :


Penjelasan :
From Name : Tulikan nama pengirim (nama Anda)
From E-mail : Tuliskan email pengirim (contoh saya@apasajalah.com)
To : Tuliskan email tujuan
Subject : Judul email
Reply to : Tuliskan alamat email hasil balasan (email asli Anda)
Share:

Selasa, 16 Agustus 2011

Adaptasi Kemaksiatan (filosofi katak)

Tulisan ini adalah karya dari sahabat saya yaitu akhi Toni Tegar Sahidi, saya sungguh terkesan sekali, walaupun kesannya sederhana tapi pesan yang disampaikan sangat dalam, mengandung filosofi tinggi yang membuat saya tersindir dan skak Mat, Sobat Blogger gak usah kawatir artikel ini saya share atas seijin penulisnya loh, jadi 100% halal dan bisa dinikmati sahabat semua, Penasaran...?? silahkan langsung dibaca...


Ini kisah yang cukup populer. Saya pertama kali mendengarnya ketika masih remaja sembilan tahun lalu. Ijinkan saya untuk menyampaikannya kembali untuk Anda.

Alkisah, ada seorang ilmuwan ingin mengadakan eksperimen. Untuk itu ia harus merebus seekor katak hidup-hidup. Ia pun menyiapkannya. Diambilnya sebuah panci, diisinya dengan air secukupnya lalu diletakkan di atas tungku. Dengan sabar ia menunggu hingga air mendidih. Air pun mendidih lalu diambillah si katak malang, lalu dimasukkanlah katak tersebut ke air yang tengah mendidih tersebut.

Namun apa yang terjadi? Si katak yang merasakan suhu yang berubah drastis kontan sigap. Ia kaget, ia tanggap, katak pun kontan melompat keluar dari panci. Si Katak kali ini selamat.

Namun si ilmuwan yang gagal dengan percobaan pertamanya tak kehilangan akal. Kali ini ia menyiapkannya dengan cara yang berbeda.

Diambilnya lagi sebuah panci yang lain, dan sama seperti sebelumnya, ia isi dengan air lalu ia letakkan ke atas tungku. Namun sebelum ia nyalakan tungkunya, dengan air dalam kondisi masih dingin, ia masukkan si katak ke dalam panci. Si katak yang memang biasa dengan air, pun merasa nyaman-nyaman saja dengan kondisi ini, toh hitung-hitung mandi berendam. Si ilmuwan pun menyalakan tungkunya, namun kali ini apinya kecil saja agar air tak cepat mendidih.

Perlahan namun pasti air dalam panci pun menjadi kian hangat. Namun si Katak masih nyaman-nyaman saja, “sekalian mandi air hangat” begitu pikirnya. Namun air pun kian menghangat, dan menghangat, si katak masih merasa nyaman dan aman. Hingga satu titik, ketika air sudah mulai sangat panas, kali ini si katak sudah tak tahan, ia mencoba melompat. Namun sayang, kali ini ia tak bisa. Air sudah terlalu panas dan si katak sudah terlalu lemah. Akhirnya si Katak pun mati, terebus bersama air panas tersebut.

Sadar atau tidak, adakalanya kita menemukan orang-orang yang menjadi katak ini. Atau jika mau jujur bercermin, boleh jadi kita-lah katak tersebut. Ketika seorang shalih diajak untuk bermaksiat terang-terangan sudah pasti ia akan menolak. Namun syaithan sungguh cerdas, alih-alih langsung terang-terangan, setan akan mendekatinya dengan perlahan-lahan, membuainya hingga terasa aman, nyaman, menjadi kebiasaan, hingga akhirnya yang ada hanyalah penyesalan. Sadar atau tidak, si shalih terlah beradaptasi terhadap kemaksiatan.

Jika api besar dan air mendidih adalah dosa besar, maka api kecil adalah dosa-dosa kecil yang kita biarkan, yang kita anggap biasa, lumrah, wajar, atau bahkan kita merasa nyaman-nyaman saja dengannya. Sebagaimana air hangat yang melenakan, pelan namun pasti dosa kecil kian memanaskan kita hingga suhu yang membinasakan.

Terlebih manusia sering meremehkan ha-hal yang ada embel-embelnya “kecil”, batu kecil, uang kecil, anak kecil, dan termasuk pula dosa kecil. Sehingga tak jarang kita pun tak ambil pusing dengan dosa-dosa kecil yang kita perbuat. Jangankan taubat, istighfar pun seolah tak sempat. Kita merasa aman, kita nyaman, padahal ini strategi jitu syaithan yang menyesatkan,

Maka benarlah Rasulullah yang mengajak kita untuk mewaspadai dosa-dosa kecil. Dalam sebuah hadits riwayat Ahmad Rasulullah bersabda, “Hati-hatilah terhadap dosa-dosa kecil. Hal itu tidak ubahnya seperti sekelompok orang yang turun ke sebuah lereng gunung. Mereka masing-masing membawa sebatang ranting kayu sehingga dengan ranting-ranting kayu itu bisa mereka masak roti. Dosa-dosa kecil kapan saja di lakukan oleh seseorang ia akan menjadi celaka”.

Karena memang dosa kecil yang dibirkan ibarat titik kecil yang ditoreh dia atas kertas. Satu titik memang tak ada apa-apanya dibandingkan luasnya putih kertas. Namun jika ditorehkan berkali-kali , dan berkali-kali, tanpa henti, tanpa pernah kita menghapusnya, pada akhirnya kita pun merasa asing dengan warna putih kertas semula. Maka lihat, apa yang kita anggap sepele, satu titik hitam di kertas putih, namun jika diteruskan maka putihnya kertas kan berubah menjadi hitam.

Inilah cerdasnya syaithan, tak diajaknya seorang ustadz untuk langsung berzina, diajaknya ia untuk sekedar memandang sambil berkata “toh ini cuman memandang”, berlanjut saling SMS-an dengan perkataan yang sama “toh cuma SMS”, berlanjut memberi perhatian, pertemuan, pegang tangan, pacaran dan seterusnya sampai terjadilah zina. Sampai disinipun adakalanya timbul kerasnya hati, “toh nanti bisa bertaubat”. Bahkan ampunanNya pun kini dianggapnya remeh.

Tak diajaknya seorang muslim untuk langsung murtad. Dihembuskannya sedikit demi sedikit apa yang menarik hatinya, bisa lawan jenis, jabatan, kedudukan, harta, atau hal-hal non materi seperti jaminan, kebebasan ataupun kemenangan. Dibuatlah sedikit demi sedikit apa yang bertentangan dengan agama menjadi indah, dan kita pun terpesona dengannya. Disisi lain ditampakkanlah agamanya dengan sesuatu yang buruk-buruk, dianggap kuno, nggak gaul, radikal, teroris. Dibuatlah kita membenci apa yang selama ni kita yakini, di awal kita mendiamkan teman yang menjelek-jelekkan agama, esoknya kita lah yang membelanya, bahkan menggantikannya berbicara hal sama. Dibuatlah ucapan soal Tuhan, Surga dan Neraka adalah dongeng khayalan orang terdahulu, tanpa sadar kita pun mengangguk-angguk. Pelan tanpa pasti, sadar atau tidak, akidah itu pun lepas begitu saja.

Sebagaimana saya, boleh jadi Anda pun menemuinya di sekitar kita. Ada teman yang dahulunya ketua rohis, kini berubah layaknya preman. Ada yang dahulunya begitu aktif ikut pengajian, kini alergi dengan hal-hal keislaman. Ada yang dahulu begitu rapat ia menutup aurat, kini begitu nyaman ia buka-bukaan. Bahkan ada pula yang dahulu ikut sholat dengan khusyuknya, namun kini berpindah agama, menyembah selain Allah yang Esa.

Dan begitulah cara syaithan menyesatkan anak adam. Sebagaimana kisah katak yang direbus, begitulah manusia dijerumuskan perlahan-lahan, begitu sadar semuanya sudah terlambat. Luka fisik, rasa skit, isak tangis, penjara, hamil luar nikah, ataupun cacat seumur hidup sungguh masih tak ada apa-apanya dibanding panasnya nyala neraka akibat tiadanya taubat.

Sesal di dunia masih ada obatnya, sesal di akhirat hendak kemana kita lari dari siksaNya?

Maka sebelum terlambat, sudah saatnya kita bangun, tanggap, sadar, dan segera melompat dari panci dosa-dosa kecil, sebelum panasnya membuat kita kian terlena, lalu binasa. Mengutip nasehat sahabat saya, pada akhirnya kita harus sadar bahwa ini bukan soal besar kecilnya sebuah maksiat, namun yang terpenting ialah, kepada siapa kita bermaksiat?



Malang 3 Agustus 2011
Ditulis oleh: Toni Tegar Sahidi

“Menanti si katak Melompat Keluar”



+++
Original post by : Insan Robbani
Share:

Minggu, 14 Agustus 2011

Aplikasi java - MoneyManager 1.4.1 (untuk mengatur keuangan)

Bismillah,


Sudah lama saya tidak menulis tentang review aplikasi java ataupun game java, terakhir postingan saya adalah "Menulis text (catatan) di hp java dengan mynotes.jar dan notepad.jar". Untuk kali ini saya akan review sebuah aplikasi java yang cukup membantu dan berguna untuk saya dan Anda. Berikut sedikit tentang aplikasi tersebut :

Nama: MoneyManager
Versi: 1.4.1
Web: 8mobile.org
Ukuran: 56.5 Kb
Jenis: Aplikasi Finansial


Aplikasi ini tidak rumit alias simpel, namun sangat membantu kita untuk mengetahui pendapatan dan pengeluaran kita. Kita tidak perlu memasukkan hari, karena apa yang Anda tuliskan pada hari dan bulan saat ini akan tercatat pada tanggal dan bulan saat ini. Demikian seterusnya. Dan setiap bulan akan berganti. Kemudian Anda juga dapat melihat statistik sederhana dari pendapatan dan pengeluaran berdasarkan kategori yang kita buat.



Baiklah, berikut ini adalah tampilan pembuka aplikasi mungil yang bermanfaat tersebut :




Sangat simpel dan menunjukkan kegunaan serta keringanan aplikasi ini bukan? jawabnya harus iya :D (kok maksa).
Ok lanjut, jika sudah tampil tampilan di atas maka klik OK. Maka akan masuk ke tampilan awal seperti di bawah ini :




Untuk melihat menu yang tersedia klik saja tombol "MENU". Maka akan tampil beberapa menu :




Keterangan :


- Insert = Memasukkan transaksi hari ini (min di depan angka berarti pengeluaran)
- Statistics = Melihat tampilan statistik pada bulan ini
- Categories = Membuat kategori baru (dari sana hanya ada various)
- Preferences = Pengurutan berdasarkan tanggal (dari tanggal terkecil ke terbesar atau sebaliknya)
- About = Tentang aplikasi tersebut


Ketika sudah ada data maka akan bertambah beberapa menu, yaitu :
- Modify = Mengubah transaksi yang dipilih
- Delete = Menghapus transaksi yang dipilih
- Clear Month = Menghapus transaksi pada bulan yang dipilih
- Email = Mengirimkan data transaksi ke email Anda dengan format cvs dan atau xls


Butuh sperpart HandPhone? Klik di sini


Demikian yang dapat saya tulis tentang aplikasi java MoneyManager ini, semoga bermanfaat. Untuk mendownload aplikasi tersebut silahkan klik tombol di bawah ini :



Untuk Software money manager komputer/ laptop silahkan klik di sini
Share:

Sholawat nariyah dalam sorotan


Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu laiahi wasallam, mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka minta. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdo’a kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihannya atau menyembuhkan penyakitnya, walaupun yang diminta itu seorang malaikat yang dekat ataukah nabi yang diutus. Telah disebutkan dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdo’a, dan semacamnya dari berbagai jenis ibadah kepada selain Allah Azza wajalla. Firman Allah:

قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحِْويْلاً

“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya.” (Al-Isra: 56)



Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan kaum yang berdo’a kepada Al Masih ‘Isa, atau malaikat, ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)

Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan ikatan (kesulitan), menghilangkan kesusahan, dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:

قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ

“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)

Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:

أَجَعَلْتَنِيْ للهِ نِدًّا؟ قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ

“Apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah sekutu? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan)

(Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu)


Baca juga : Menyoal sejarah (asal-usul) sholawat nariyah
Share:

Sabtu, 13 Agustus 2011

[sunnah] Amalan seputar bulan Ramadhan (download mp3)

Bismillah,
Seharusnya ini saya posting sebelum bulan Ramadhan tiba, namun saya mendapatinya beberapa hari yang lalu. Tidak ada yang terlambat selagi masih bermanfaat. Audio mp3 ini berisi tentang amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan :


1. Berbuka di awal waktu
2. Mengakhirkan sahur
3. Memperbanyak sedekah dan membaca Al-Qur'an
4. Sholat Tarawih
5. Menghidupkan malam lailatul Qaddar (memperbanyak ibadah untuk mendapatkannya)
6. I'tikaf (berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada ALLAH)



Doa ketika mendapati malam lailatul qoddar


اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي


"Ya Alloh sesungguhnya engkau Maha pemaaf, engkau senang memaafkan kesalahan maka maafkanlah aku."


Untuk penjelasan lebih lanjut tentang doa pada malam Lailatul Qadar silahkan klik di sini.




Download MP3 Ceramah
Amalan-amalan di bulan Ramadhan

Share:

Kamis, 11 Agustus 2011

Doa buka puasa yang shahih


Seputar Berbuka Puasa

Menyegerakan Berbuka
Disunnahkan untuk menyegerakan buka puasa setelah yakin kalau matahari telah terbenam. Dari hadits Sahl bin Sa’ad bahwa Nabi  bersabda:
لَا يَزَالُ اَلنَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا اَلْفِطْرَ
“Terus-menerus manusia berada dalama kebaikan selama mereka masih menyegerakan buka puasa.” (HR. Al-Bukhari no. 1757 dan Muslim no. 1098)
Dan dari Abu Hurairah secara marfu’, “Terus-menerus agama ini akan nampak selama manusia masih menyegerakan berbuka. Karena orang-orang Yahudi dan Nashrani mengakhirkannya.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ Ash-Shahih: 2/420)
Al-Hafizh berkata dalam Al-Fath (1957), “Para ulama bersepakat bahwa waktu berbuka puasa adalah setelah pastinya matahari terbenam, baik dengan rukyat maupun dengan pengabaran dari dua orang yang adil, demikian halnya satu orang berdasarkan pendapat yang kuat.”
Ibnu Abdil Barr berkata dalam At-Tamhid (7/181), “Penyegeraan berbuka hanya dilakukan setelah diyakini terbenamnya matahari. Tidak boleh ada seorang pun yang berbuka dalam keadaan dia ragu apakah matahari sudah terbenam atau belum, karena sebuah kewajiban, jika dia wajib dengan keyakinan maka tidak boleh keluar darinya kecuali dengan keyakinan pula.”


Doa Berbuka Puasa
Sebelum berbuka puasa maka diwajibkan seseorang untuk membaca basmalah, berdasarkan keumuman hadits Umar bin Salamah riwayat Muslim tatkala Nabi  bersabda kepadanya:
يَا غُلاَمُ سَمِّ اللهَ وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ
“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang terdekat denganmu.”


Adapun hadits:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
“Ya Allah hanya untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2358)
Maka dia diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni dan dalam sanadnya ada Abdul Malik bin Harun bin Antarah yang dia meriwayatkan dari ayahnya. Sedangkan dia adalah matrukul hadits sementara ayahnya adalah rawi yang dhaif.

Berbuka Puasalah dengan Doa-doa Berikut Ini
Do’a pertama:

Terdapat sebuah hadits shahih tentang doa berbuka puasa, yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”
[Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki](Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678) [7]

Periwayat hadits adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Pada awal hadits terdapat redaksi, “Abu Hurairah berkata, ‘Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan ….‘”

Yang dimaksud dengan إذا أفطر adalah setelah makan atau minum yang menandakan bahwa orang yang berpuasa tersebut telah “membatalkan” puasanya (berbuka puasa, pen) pada waktunya (waktu berbuka, pen). Oleh karena itu doa ini tidak dibaca sebelum makan atau minum saat berbuka. Sebelum makan tetap membaca basmalah, ucapan “bismillah” sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)

Adapun ucapan وثبت الأجر maksudnya “telah hilanglah kelelahan dan telah diperolehlah pahala”, ini merupakan bentuk motivasi untuk beribadah. Maka, kelelahan menjadi hilang dan pergi, dan pahala berjumlah banyak telah ditetapkan bagi orang yang telah berpuasa tersebut.

Do’a kedua:

Adapun doa yang lain yang merupakan atsar dari perkataan Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash radhiyallahu ‘anhuma adalah,

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

Allahumma inni as-aluka bi rohmatikal latii wasi’at kulla syain an taghfirolii-ed”
[Ya Allah, aku memohon rahmatmu yang meliputi segala sesuatu, yang dengannya engkau mengampuni aku](HR. Ibnu Majah: 1/557, no. 1753; dinilai hasan oleh al-Hafizh dalam takhrij beliau untuk kitab al-Adzkar; lihat Syarah al-Adzkar: 4/342) [8]


Disunnahkan memberi ifthar (buka puasa)
Berdasarkan hadits Zaid bin Khalid Al-Juhani bahwa Nabi  bersabda:
“Barangsiapa yang memberi makan buka puasa kepada orang yang berpuasa maka akan dituliskan untuknya pahala seperti pahalanya, hanya saja tidak dikurangi sedikit pun dari pahala orang yang berpuasa.” (HR. At-Tirmizi no. 807, An-Nasai dalam Al-Kubra: 2/256 dan Ibnu Majah no. 1746)

Sumber : 
Share:

Download Ebook sejarah lengkap google, kantor beserta pengurus-pengurusnya

Mbah "Google" tak langsung besar seperti saat ini. Pastinya dirilis dengan penuh perjuangan sehingga menjadi besar dan memiliki kantor-kantor yang hampir merata di dunia. Dan menjadi Mesin Pencari yang sangat favorit kearena kehandalannya.

Baiklah, tidak mungkin saya menuliskannya di sini semua. Karena terlalu banyak jika diposting. Tapi Anda dapat download Ebook Sejarah google dari tahun 1995 sampai tahun 2010. Kemudian kantor-kantor dan alamatnya. Dilanjutkan dengan Tim Pengelola.

Ada dua versi ebook yang saya sediakan. Anda bisa memilihnya, yaitu .doc (Microsoft Word 2003 atau versi sebelumnya dan sesudahnya) dan juga format .pdf.



Share:

Rabu, 10 Agustus 2011

Menyoal sejarah (asal-usul) "Sholawat Nariyah"

Lihat pula :
Siapa yang tak kenal dengan shalawat Nariyah? Mayoritas kita mungkin mengenalnya, atau bahkan telah menghafalnya, atau setidaknya pernah mendengar nama tersebut. Tepat sekali, nama ini begitu masyhur di kalangan masyarakat kita sehingga banyak orang yang mengetahuinya. Bahkan saya sendiri dulu pernah menghafal dan sering membacanya dalam kehidupan sehari-hari. Namun sekarang saya meninggalkannya. Alhamdulillah.

Konon kabarnya shalawat Nariyah ini adalah gubahan shalawat dari seorang sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Begitulah cerita yang saya dengar dari kaum Nahdhiyin. Untuk mengetahui kisah itu selengkapnya, bacalah nukilan artikel yang saya dapatkan dari sebuah website berikut ini:




Shalawat Nariyah adalah sebuah shalawat yang disusun oleh Syaikh Nariyah. Syaikh yang satu ini hidup pada zaman Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syaikh Nariyah selalu melihat kerja keras Nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga Syaikh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut shalawat dan Syaikh Nariyah adalah salah satu penyusun shalawat Nabi yang disebut shalawat Nariyah.

Suatu malam Syaikh Nariyah membaca shalawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti Syaikh Nariyah. Namun Nabi mengatakan tidak bisa karena Syaikh Nariyah sudah minta terlebih dahulu.

Mengapa sahabat itu ditolak Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam? dan justru Syaikh Nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh Syaikh Nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

Jadi Nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bershalawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/shalawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bershalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bershalawat.

Inilah riwayat singkat shalawat Nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan shalawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan Syaikh Nariyah. Dan ada baiknya shalawat ini dibaca 4444 kali karena Syaikh Nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran Syaikh.

Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak. (http://www.indospiritual.com)



Dari tulisan dalam website itu, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pengarang shalawat Nariyah adalah Syaikh Nariyah yang merupakan sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang telah dijamin oleh Allah dengan surga-Nya. Bagaimana tindakan kita dalam menyikapi cerita ini dan yang semisalnya? Apakah kita langsung mempercayainya tanpa melakukan tabayyun?

Seorang muslim hendaknya tidak langsung percaya begitu saja dengan cerita atau kisah yang disampaikan kepadanya tanpa meneliti terlebih dahulu kebenaran cerita atau kisah yang disampaikan kepadanya tersebut. Inilah tabayyun, yakni meneliti kebenaran sebuah cerita yang didisampaikan kepada kita sebelum kita menentukan benar tidaknya cerita tersebut. Terlebih lagi hal ini merupakan permasalahan agama, maka hendaknya kita lebih waspada lagi dalam menerima cerita yang disampaikan kepada kita.

Janggal dan Tidak Lazim
Dari cerita tersebut di atas, ada beberapa hal yang hendaknya kita perhatikan dengan seksama, yang pertama yakni: Benarkah ada sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang bernama Syaikh Nariyah?

Para sahabat Nabi adalah orang-orang yang telah dimuliakan oleh Allah dan dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya dengan pujian Khairun Naas (Manusia Terbaik). Oleh karena itu, banyak diantara kalangan para ulama yang menaruh perhatian yang sangat besar tentang biografi dan perjalanan hidup para sahabat Nabi. Oleh karena itu begitu banyak kitab yang ditulis yang mengumpulkan biografi dan perjalanan hidup generasi terbaik ini dan beberapa generasi yang hidup di zaman kemuliaan Islam tersebut. Sebut saja Hilyatul Awliyaa` yang ditulis oleh Al-Hafizh Abu Nu’aim Al-Asfahani. Ada lagi kitab Tahdzibul Kamal karya al-Hafizh Al-Mizzi, Shifatush Shafwah karya Imam Ibnul Jauzi, Al-Ishabatu fi Tamyizish Shahabah karya al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani dan berbagai kitab sejarah lainnya yang intinya adalah para ulama memberikan perhatian yang sangat besar terhadap biografi dan perjalanan hidup para sahabat Nabi.

Para dewan redaktur majalah As-Sunnah mengatakan, “Setelah meneliti berbagai kitab di atas dan juga referensi biografi lainnya, yang biasa diistilahkan para Ulama dengan kutubut tarajim wa ath-thabaqat, ternyata tidak dijumpai seorang pun di antara Sahabat NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Nariyah. Bahkan sepengetahuan kami, tidak ada seorang pun Ulama klasik yang memiliki nama tersebut. Lalu, dari manakah orang tersebut berasal ??”

Sebenarnya ada sebuah kejanggalan pada nama orang yang disangka sebagai sahabat Nabi tersebut, yakni: jika kita terbiasa berinteraksi dengan hadits-hadits Nabi dan biografi para sahabat, belum pernah kita jumpai adanya nama sahabat Nabi yang mendapat ‘gelar’ “SYAIKH”. Perhatikanlah nama di atas, “Syaikh Nariyah”. Ini adalah sesuatu hal yang sangat tidak lazim terjadi di kalangan para ulama salaf, terlebih lagi para sahabat Nabi. Cobalah seandainya seseorang sedikit saja membaca kitab para ulama yang menuliskan biografi para sahabat,  ketika mendengar atau membaca nama Syaikh Nariyah yang disangka sebagai sahabat Nabi, maka ia akan merasakan sesuatu yang aneh, ganjil dan tidak lazim. Mungkin –Allahua’lam- orang yang membuat kisah ini adalah orang yang tidak terbiasa berinteraksi dengan nama para sahabat Nabi, sehingga ia melakukan tindakan yang cukup fatal dan dianggap ganjil oleh orang-orang yang terbiasa dengan biografi para sahabat Nabi. Dari sini saja kita sudah sangsi tentang keshahihan kisah tersebut sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada sahabat Nabi yang bernama Syaikh Nariyah. Jadi, penyandaran shalawat ini kepada sahabat Nabi yang bernama Syaikh Nariyah sangat diragukan kebenarannya.

Kemudian yang kedua, kisah tersebut di atas dinukil dengan tanpa sanad sehingga bagi orang-orang yang memahami betul pentingnya sanad dalam sebuah riwayat, mereka akan sangat sulit melacak keotentikan cerita di atas. Jangankan sanad, artikel tersebut juga tidak mencantumkan referensi dari mana kisah itu dinukil. Sepertinya, -Allahua’alam- orang yang membuat kisah di atas bukanlah orang yang memiliki amanah ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan karena gelapnya asal-usul dan periwayatan kisah tersebut di atas.

Imam ‘Abdullah bin al-Mubarak pernah berkata, “Isnad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada isnad, seseorang akan bebas mengatakan apa yang dikehendakinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam muqaddimah Shahihnya)

Fenomena Yang Sangat Memprihatinkan
Tersebarnya berbagai kisah yang gelap asal-usulnya di masyarakat luas merupakan sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan. Apalagi jika kisah tersebut membawa-bawa nama Rasulullah shallalaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Sungguh kita mengkhawatirkan mereka karena bisa terjatuh ke dalam kedustaan yang diatasnamakan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya)

Berdusta atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidaklah sama dengan berdusta atas nama selain nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Jika berdusta kepada selain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam saja merupakan sebuah dosa, tentu berdusta atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dosanya jauh lebih besar ketimbang berdusta atas nama selain beliau dikarenakan kedudukan Rasulullah yang mulia, dan dikarenakan kedustaan atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam akan memunculkan suatu hukum tertentu dalam agama yang mana hukum tersebut tidak pernah ada yang pada akhirnya menimbulkan kerusakan yang sangat besar.

Kita ambil saja contohnya dari kisah shalawat Nariyah di atas. Berapa banyak orang yang meyakini bahwa shalawat tersebut berasal dari Syaikh Nariyah yang ‘disangka’ sebagai sahabat Nabi? Berapa banyak orang yang salah kaprah dalam amaliah mereka? Semua itu adalah akibat dari adanya kisah dusta di atas yang diatasnamakan kepada Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Inilah salah satu sebab beredarnya hadits-hadits palsu di tengah umat, yakni adanya tukang-tukang cerita yang mengarang-ngarang cerita, kemudian disandarkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Jika kisah asal usul dari shalawat Nariyah ini tidaklah shahih, merupakan kedustaan atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan merupakan kisah yang gelap asal-usulnya, maka masihkah kita meyakininya dan mengamalkan shalawat ini? Kita katakan tidak. Hendaklah kita meninggalkan perkara-perkara yang tidak jelas asal-usulnya, terlebih lagi menyangkut persoalan agama dan ibadah. Tentu hal ini akan menjadi suatu keharusan untuk meninggalkannya dan beralih kepada amaliah yang shahih yang datangnya dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Bukan berarti orang yang meninggalkan shalawat Nariyah dan tidak mau mengamalkannya adalah orang-orang yang tidak cinta kepada shalawat dan tidak mau bershalawat. Tidak demikian adanya. Hanya saja yang kita kehendaki adalah hendaknya kita bershalawat sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melalui hadits-hadits yang shahih.

Shalawat merupakan sebuah ibadah yang agung. Oleh karena itu, mustahil kalau Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak mengajarkan kepada kita tatacara bershalawat yang benar. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan kepada kita dengan jelas tentang bagaimana kita bershalawat. Beliau juga mengajarkan kepada kita lafazh-lafazh atau bacaan-bacaan shalawat yang benar. Semua itu telah beliau ajarkan sehingga tidak perlu lagi menggubah atau mengarang-ngarang tatacara dan bacaan shalawat sendiri. Bahkan parahnya lagi adalah jika kita mengiringinya dengan kisah dan cerita yang kita pun mengarangnya sendiri kemudian kita sandarkan kisah dan cerita kita atasnama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam sebagai upaya pembenaran terhadap sesuatu yang batil.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Barangsiapa yang membuat-buat sesuatu yang baru yang tidak kami perintahkan, maka hal tersebut tertolak (di sisi Allah)”(HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak pernah kami contohkan atas amalan tersebut, maka amalan tersebut tertolak (di sisi Allah)”Allahua’lam bish-showab.



Referensi tulisan:
1.    http://www.indospiritual.com
2.    As-Sunnah edisi 06/Thn. XIV/Dzulqa’dah 1431H/Oktober 2010



Ditulis oleh Abu Shofiyah Aqil Azizi




Tambahan :

Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu laiahi wasallam, mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka minta. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdo’a kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihannya atau menyembuhkan penyakitnya, walaupun yang diminta itu seorang malaikat yang dekat ataukah nabi yang diutus. Telah disebutkan dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdo’a, dan semacamnya dari berbagai jenis ibadah kepada selain Allah Azza wajalla. Firman Allah:

قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحِْويْلاً

“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya.” (Al-Isra: 56)

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan kaum yang berdo’a kepada Al Masih ‘Isa, atau malaikat, ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)

Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan ikatan (kesulitan), menghilangkan kesusahan, dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:

قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ

“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)

Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:

أَجَعَلْتَنِيْ للهِ نِدًّا؟ قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ

“Apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah sekutu? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan)

(Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu)

Lihat pula :
Sholawat yang diajarkan oleh Rasulullah
Keutamaan bersholawat kepada Rasulullah
Share:

Terimakasih

Terimakasih kepada seluruh pengunjung blog ini, plusser, liker, blogwalker, commentator, dan semua yang pernah ada di dalam hidupku.

Fikri

Majalah Kesehatan Muslim

Donasi Dakwah Islam

Copyright © 2010 - Karya Fikri Thufailiy | Powered by Blogger Distributed By Protemplateslab & Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com